Mengenai Saya

Foto saya
semarang, jawa tengah, Indonesia
Hamdun Al-Qashashar mengatakan, "Jika Iblis berkumpul dengan pasukannya. Mereka tidak merasa gembira seperti kegembiraannya terhadap tiga hal : Orang Mukmin yang membunuh Mukmin lain, orang mati dalam keadaan kafir, dan hati orang yang takut terhadap kemiskinan."

SAMUDERA HIKMAH


Al-Jalajili Al-Bashri berkata, ”Tauhid itu selalu berbarengan dengan Iman. Barangsiapa yang tidak punya Iman, maka ia tidak punya Tauhid. Iman berbarengan dengan Syariat. Barangsiapa yang tidak punya Syariat, maka ia tidak punya Iman dan juga tidak punya Tauhid. Syariat itu selalu bebarengan dengan Adab ( tata karma ). Barangsiapa yang tidak punya Adab, maka ia tidak punya Syariat, tidak punya Iman, dan tidak punya Tauhid.”

SAMUDERA HIKMAH

Abu Nasr As-Siraj Ath-Thusi berkata, Sopan santun dalam pergaulan manusia ada tiga tingkatan. Orang-orang ahli dunia kebanyakan Adab mereka adalah tutur kata yang fasih, indah, menjaga pengetahuan, menjaga nama-nama raja dan kemasyhuran bangsa Arab. Sedangkan orang-orang ahli Agama kebanyakan Adab mereka adalah melatih jiwa, mendidik anggota tubuh, menjaga batas-batas hukum, dan meninggalkan hawa nafsu. Adapun orang-orang khusus, kebanyakan Adab mereka adalah kesucian hati, menjaga rahasia, menepati janji, menjaga waktu, jarang terpengaruh oleh kondisi buruk, bersopan-santun dihadapan Allah waktu bermunajat, dan mendekatkan diri.”

Standart Operating Procedure Venoklisis



PELAYANAN BP UMUM
Penanggung Jawab
INSTRUKSI 
KERJA
Venoklisis Pedriatik
Disiapkan
Diperiksa
Disahkan
No Kode      :
No Revisi     :
Tgl Mulai Berlaku   :
Jumlah Halaman     :




Kebijakan
Pelaksanaan Pelayanan BP Umum harus mengikuti langkah-langkah kerja pada Protap Terapi
Tujuan
Venoklisis Pedriatik
Referensi

Ruang Lingkup
 IGD / Rawat Inap
Penanggungjawab
Koordinator BP Umum
Masa berlaku
Ditinjau ulang setahun sekali
Indikasi  


-           Untuk pemberian cairan intravena bila per kutan tidak mungkin
Alat dan Bahan
-           Sarung tangan
-           Masker
-           Duk berlubang
-           Baju operasi
-           Semprit 2 1/2ml dan jarum suntik no. 20 yang telah diisi lidokain HCl 1%
-           Jarum berujung tumpul no. 19-25 ( sesuai kebutuhan ) atau kateter vena no. 19-25 dengan stiletnya
-           Dua pinset lengkung atau dua klem moskuito lengkung ( kecil )
-           Pengait tumpul, jarum jahit kecil, tang pemegang jarum, gunting kecil
-           Benang cut gut no 5-0
-           Cairan infus yang dibutuhkan

Langkah-langkah
Tempat venoklisis :
-           Tungkai bawah, didaerah lateral atas maleolus interna ( v. safena magna )
-           Fossa cubiti :
- Daerah volar sebelah lateral ( v. ulnaris )
- Daerah volar bagian tengah ( v. antekubiti )

Cara Kerja :

1.        Beritahu orang tua pasien tindakan yang akan dilakukan
2.        Informed consent
3.        Cuci tangan
4.        Pakai sarung tangan steril dan masker
5.        Tidurkan pasien posisi telentang, salah satu kaki difiksasi dalam posisi ekuinovalgus
6.        Raba maleolus medialis dan tentukan tempat sayatan kulit ( 1 cm anterior dan 1 cm superior dari maleolus )
7.        Bersihkan daerah sekitar sayatan dengan larutan antiseptic, dilanjutkan dengan infiltrasi kulit dengan anestesi local, tunggu beberapa menit
8.        Buat sayatan kulit 0,5-1 cm sejajar arah lipatan kulit. Bebaskan kulit dari jaringan ikat sekitarnya dengan menggunakan punggung sebuah gunting kecil
9.        Cari vena dengan menggunakan pengait tumpul dan bersihkan dari jaringan sekitarnya dengan menggunakan dua buah pinset lengkung dan dua buah klem kecil
10.     Ikat ujung distal vena dengan cut gut 5-0 dan ikat longgar ujung proksimal
11.     Buat ujung kecil pada vena tersebut ( untuk memasukkan jarum tumpul ) dan bila menggunakan “venocath”  vena tersebut ditusuk perlahan-lahan kearah proksimal kemudian stilet dicabut. Setelah jarum masuk, jarum difiksasi dengan ikatan pada bagian proksimal vena yang terlihat
12.     Hubungkan selang infus dengan jarum tersebut, kemudian dibilas
13.     Jahit sayatan kulit tadi dengan jarum lengkung dan benang nilon no. 5-0
14.     Tutup luka secara aseptic dan antiseptic dengan kassa steril dan plester
15.     Cuci tangan

Untuk daerah fossa kubiti dan lainnya prosedur sama hanya berbeda lokasinya





PELAYANAN BP UMUM
Penanggung Jawab
INSTRUKSI KERJA
Venoklisis Pedriatik
Disiapkan
Diperiksa
Disahkan
No Kode      :
No Revisi     :
Tgl Mulai Berlaku   :
Jumlah Halaman     :




Diagram Alur





Dokumen Terkait
Catatan Medik
Unit Terkait
IGD, Rawat Inap
Rujukan



PELAYANAN BP UMUM
Penanggung Jawab
INSTRUKSI 
KERJA
Venoklisis Pedriatik
Disiapkan
Diperiksa
Disahkan
No Kode      :
No Revisi     :
Tgl Mulai Berlaku   :
Jumlah Halaman     :




REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN
NO
ISI PERUBAHAN
TANGGAL MULAI BERLAKU
















DAFTAR TILIK
NO
URUTAN KEGIATAN
DILAKUKAN
YA
TIDAK
TB
1
Apakah petugas melakukan cuci tangan ?



2
Apakah petugas menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada pasien ?



3
Apakah petugas menggunakan sarung tangan steril dan masker ?



4
Apakah petugas melakukan desinfeksi pada tempat tindakan ?



5
Apakah petugas melakukan tindakan dengan benar ?



6
Apakah petugas menutup luka secara a & antiseptic ?



7
Apakah petugas melakukan cuci tangan ?




CR = …………x 100% = …. By dr Taufiq Hidayat - BALAIKOTA SEMARANG-

Standart Operating Procedure Sonde Lambung



PELAYANAN BP UMUM
Penanggung Jawab
INSTRUKSI 
KERJA
Pemasangan Sonde Lambung Pediatrik
Disiapkan
Diperiksa
Disahkan
No Kode      :
No Revisi     :
Tgl Mulai Berlaku   :
Jumlah Halaman     :




Kebijakan
Pelaksanaan Pelayanan BP Umum harus mengikuti langkah-langkah kerja pada Protap Terapi
Tujuan
Pemasangan sonde lambung
Referensi

Ruang Lingkup
IGD / Rawat Inap
Penanggungjawab
Koordinator BP Umum
Masa berlaku
Ditinjau ulang setahun sekali
Indikasi  







Kontraindikasi  

-           Pemberian makanan enteral pada :
a.        Pasien dengan reflek isap / telan yang tidak baik, misalnya : bayi
premature atau kelainan neurologis
b.    Pasien-pasien yang tidak dapat makan peroral
-           Pemberian obat-obatan secara langsung
-           Pemeriksaan analisis getah lambung ( biokomia, kultur )
-           Dekompresi dan pengosongan lambung

-           Pasca-esofagoplasti
-           Perforasi esophagus

Alat dan Bahan
-           Alat penghisap listrik atau manual
-           Sonde lambung ( feeding tube ) : untuk bayi 5 Fr – 8 Fr, untuk anak 9 Fr – 12 Fr
-           Plester, pinset
-           Sarung tangan steril
-           Masker
-           Air steril atau NaCI 0,9 %
-           Semprit 5 ml dan 10 ml
-           Stetoskop
-           Monitor jantung ( bila ada )

Langkah-langkah
Cara Kerja :

1.        Beritahu orang tua pasien tindakan yang akan dilakukan
2.        Inform consent
3.        Cuci tangan
4.        Pakai sarung tangan steril dan masker
5.        Tidurkan pasien posisi terlentang dengan kepala lebih tinggi
6.        Bersihkan lubang hidung dan orofaring dengan penghisap secara hati-hati
7.        Panjang bagian sonde lambung yang akan dimasukkan diperkirakan dengan jalan mengukur jarak dari lobang hidung ke orofaring terus ke esophagus, sampai batas plester berada dilobang hidung
8.        Masukkan sonde sambil memantau denyut jantung ( awas  bradikardi  ! )
9.        Pasang semprit pada pangkal sonde
-           Bila diisap cairan lambung akan mengalir keluar, ini ditampung sesuai kebutuhan
-           Bila sonde lambung akan dipergunakan untuk pemberian makanan atau obat, diperiksa sekali lagi apakah ujung sonde tersebut tepat berada di lambung ? ( bukan di paru-paru ) yaitu dengan memasukkan udara melalui semprit 5 – 10 ml dan didengarkan didaerah lambung dengan stetoskop
-           Bila sonde lambung akan digunakan untuk dekompresi udara maka pangkal sonde dimasukkan ke dalam bejana berisi air steril atau air bersih
10.     Fiksasi sonde dengan plester
11.     Cuci tangan

Catatan :

1.        Pada anak atau bayi dengan distress pernafasan sebaiknya sonde lambung dimasukkan melalui mulut, caranya sama hanya sambil mendorong perlahan-lahan, anak diminta untuk melakukan gerakan menelan
2.        Bila terdapat tahanan sewaktu pemasukan sonde, hendaknya jangan terus dipaksakan ( bahaya perforasi )




PELAYANAN BP UMUM
Penanggung Jawab
INSTRUKSI 
KERJA
Pemasangan Sonde Lambung Pediatrik
Disiapkan
Diperiksa
Disahkan
No Kode      :
No Revisi     :
Tgl Mulai Berlaku   :
Jumlah Halaman     :




Diagram Alur
Dokumen Terkait
Catatan Medik
Unit Terkait
IGD, Rawat Inap
Rujukan



PELAYANAN BP UMUM
Penanggung Jawab
INSTRUKSI 
KERJA
Pemasangan Sonde Lambung Pediatrik
Disiapkan
Diperiksa
Disahkan
No Kode      :
No Revisi     :
Tgl Mulai Berlaku   :
Jumlah Halaman     :




REKAMAN HISTORIS PERUBAHAN
NO
ISI PERUBAHAN
TANGGAL MULAI BERLAKU
















DAFTAR TILIK
NO
URUTAN KEGIATAN
DILAKUKAN
YA
TIDAK
TB
1
Apakah petugas melakukan cuci tangan ?



2
Apakah petugas menjelaskan tindakan yang akan dilakukan pada pasien ?



3
Apakah petugas menggunakan sarung tangan steril dan masker ?



4
Apakah petugas membersihkan lobang hidung dan orofaring ?



5
Apakah petugas mengukur dengan tepat panjang sonde yang akan dimasukkan ?



6
Apakah petugas memantau denyut jantung saat memasukkan sonde ?



7
Apakah petugas melakukan cuci tangan ?




CR = …………x 100% = …. By dr Taufiq Hidayat - BALAIKOTA SEMARANG-